Harian Berita – Pemakzulan Presiden AS Donald Trump dilakukan hari ini. Ia dituduh melakukan kejahatan tingkat tinggi dan pelanggaran ringan hingga pemakzulan tidak bisa dihindari.
Karakter dari Donald Trump sendiri yang membuat hal ini tidak dapat dihindari. Seperti yang Senator Ted Cruz katakan tahun 2016, “Trump adalah seseorang yang narsis pada tingkat, yang menurut saya, tidak pernah disaksikan oleh negara [Amerika Serikat]. Saya rasa dia adalah pembohong patalogis, dimana ia tidak tahu perbedaan antara kebohongan dan kebenaran.”
Pada tahun 2019, Senator Lindsey Graham mencoba untuk memaafkan serangan rasis Trump pada wanita berkulit hitam sebagai anggota kongres. Ia memaklumi bahwa Trump memang orang yang memiliki level narsisme yang tinggi.
Narsisme Donald Trump sudah tidak bisa didefinisikan lagi. Karakter ini yang membuatnya tidak layak untuk pekerjaannya. Menurut seorang psikolog, tujuan hidup mendasar dari seorang narsisis ekstrem adalah untuk mempromosikan kebesaran dirinya dan dilihat semua orang.
Itu lah yang dilakukan Trump. Sampai pada titik absurditas, kebodohan, dan halusinasi. Ia memanggil wartawan yang berpura-pura menjadi John Barron, seorang pria PR palsu, untuk menyombongkan kekayaan dan eksploitasi seksualnya. Masih banyak lagi kebohongan Trump yang ia buat selama masa kepresidenannya. Sebagai seorang narsisis ekstrem, Trump tidak hanya berusaha untuk menipu orang lain, namun menipu dirinya sendiri juga. Ia berusaha untuk meyakinkan dirinya bahwa dirinya adalah orang hebat.
Baca Juga: 3 Orang Garuda Yang “Disepak” Oleh Puteri Ramli
Intinya, Trump berpikir segala sesuatu harus tentang dia. Duta Besar Gordon Sondland menjelaskan kepada Diplomat AS David Holmes bahwa Trump hanya peduli dengan “hal besar”. Dalam konteks ini, “hal besar” adalah hal-hal yang menguntungkan presiden.
